NURLAILI MULYANI A1D117003 Hakikat Berbicara


Nama                           : Nurlaili Mulyani       
NIM                            : A1D117003
Ruang / semester         : r001 / 3 ( ganjil )
Mata Kuliah                : Keterampilan Berbahasa di Sekolah Dasar
Dosen pengampu        : Drs. MARYONO, M. Pd
                                     AGUNG RIMBA KURNIAWAN, S. Pd, M. Pd

HAKIKAT BERBICARA
Berbicara merupakan proses penuangan gagasan dalam bentuk ujaran-ujaran. Ujaran ujaran yang muncul merupakan perwujudan dari  gagasan yang sebelum berada pada tataran ide. Hal ini sesuai dengan yang diungkapkan oleh Suhendra, berbicara adalah proses perubahan wujud/perasaan menjadi wujud ujaran. ( 1992: 20 ).
Ada beberapa hal yang perlu diungkapkan berkaitan dengan batasan berbicara yaitu berbicara merupakan ekspresi diri, berbicara merupakan kemampuan mental motorik, berbicara merupakan proses simbolik, berbicara terjadi dalam konteks ruang dan waktu dan berbicara merupakan keterampilan berbahasa yang benar. Selain itu, perlu juga dikemukakan beberapa prinsip umum berbicara menurut Tarigan ( 1983:16 ), yaitu: membutuhkan paling sedikit dua orang, mempergunakan studi linguistik yang dipahami bersama, merupakan suatu pertukaran peran antara pembicara dan pendengar, berhubungan dengan masa kini.
Tujuan  berbicara adalah untuk menginformasikan gagasan-gagasan pembicara kepada pendengar. Akan tetapi, tujuan berbicara sebetulnya tidak hanya sebatas memberikan informasi kepada orang lain. Dalam hal ini, Mulyana mengelompokkan tujuan berbicara kedalam empat tujuan, yaitu tujuan sosial ,ekspresif, ritual, dan instrumental ( 2001: 5-30 ). Ada juga tujuan berbicara dengan menitikberatkan pada efek pembacaan. Ada lima tujuan berbicara yang dapat dirumuskan kedalam pengelompokan ini, yaitu meyakinkan, menambah wawasan, memberi gambaran tentang suatu objek, dan menysmpaikan amanat terselubung. Jenis berbicara berdasarkan situasi terdiri dari berbicara formal dan nonformal. Jenis berbicara berdasarkan keterlibatan pelakunya terdiri dari berbicara individual dan kelompok. Dan jenis berbicara berdasarkan alur pembicaranya terdiri dari berbicara monologis dan biologis.
Dalam kehidupan sehari-hari, tampaknya kegiatan berbicara yang digunakan adalah berbicara nonformal. Ada beberapa kaitan bericara dengan keterampilan berbahasa lainnnya yaitu, hubungan berbicara dengan menyimak, hubungan berbicara dengan membaca, dan hubungan berbicara dengan menulis. Berbicara sebagai proses adalah kegiatan berbicara yang dimulai dengan proses dalam diri pembicara untuk disampaikan kepada pendengar melalui sebuah media. Tahap-tahap dalam berbicara yang pertama ada persiapan yang didalamnya terdiri dari penentuan topik, penentuan tujuan, pengumpulan referensi, penyususunan kerangka dan berlatih. Kemudian yang kedua yaitu pelaksanaan kegiatan berbicara yang terdiri dari tahap pembuka, pembahasan pokok dan tahap penutup. Dan yang terakhir tahap dalam berbicara yaitu evaluasi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nurlaili Mulyani A1D11703 Refleksi Praktek Menulis

Nurlaili Mulyani A1D117003 hakikat membaca dan membaca sebagai proses

STRATEGI PEMBELAJARAN KETERAMPILAN BERBICARA A1D117003 Nurlaili Mulyani