Nurlaili Mulyani A1D117003 KETERAMPILAN BERBAHASA MENYIMAK
Nama : Nurlaili Mulyani
NIM : A1D117003
Ruang
/ semester : r001 / 3 ( ganjil )
Mata
Kuliah : Keterampilan
Berbahasa di Sekolah Dasar
Dosen
pengampu : Drs. MARYONO, M. Pd
AGUNG RIMBA KURNIAWAN, S. Pd, M. Pd
Hakikah
Keterampilan Berbahasa
Ketersampilan
berbahasa ada empat aspek, yaitu keterampilan menyimak, berbicara, dan menulis.
Menyimak dan berbicara merupakan aspek represif. Sementara berbicara danmenulis
merupakan aspek produktif. Keterampilan berbahasa bermanfaat dalam memudahkan
interaksi komunikasi dalam masyarakat. Banyak profesi dalam kehidupan
bermasyarakat yang keberhasilannya tergantung pada tingkat keterampilan
berbahasa yang demikiannya. Misalnya menejer, guru, penyiar dan lain-lain.
Berbicara dan mendengarkan merupakan dua aspek yang berkaitan erat.
Berbicara
bersifat produktif, sedangkan mendengarkan bersifat respektif. Dua aspek
keterampilan berbahasa lainnya yaitu menulis dan membaca yang merupakan
keterampilan berbahasa bagian tulis. Dalam aktivitas komunikasi keempat aspek
keterampilan berbahasa itu tidak digunakan secara tunggal, melainkan digunakan
secara bersama-sama guna mencapai tujuan komunikasi sebaiknya. Kita haruslah
mempunyai keterampilan berbahasa yang baik dan benar. Keterampilan berbahsa
yang benar yaitu sesuai dengan aturan atau EYD , atau ejaan yang disempurnakan
sesuai dengan peraturan menteri no 5 tahun 2015 tentang ejaan berbahasa
indonesia.
· Hubungan
berbiacara dengan menyimak menurut busak merupakan kegiatan komunikasi dua arah
yang bersifat langsung.
· Hubungan
menyimak dengan membaca, keduanya bersifat respektif dan menerima. Bedanya
menyimak menerima informasi dari sumber lisan sedangkan membaca dari sumber
tulisan.
· Hubungan
membaca dengan menulis, perasaan atau informasi yang disajikan dalam bentuk
tulisan.
Hubungan
menulis dan berbicara, kedua keterampilan ini bersifat ekspresif atau
produktif, keduanya digunakan untuk menyampaika
Hakikat
Menyimak
Menyimak
didefenisikan oleh Tarigan ( 1987 : 28 ) sebagai suatu proses., yaitu
mendengarkan lambang-lambanng lisan dengan penuh perhatian, pemahaman
apresiasi, serta interpretasi untuk memperoleh informasi,menangkap isi atau
pesan serta memahami makna komunikasi yang telah disampaikan oleh pembicara
melalui ujaran atau bahsa lisan. Keterampilan berbahasa yang pertama kali
dimilki manusia adalah menyimak.
peranan
menyimak :
·
Dasar belajar berbahasa
·
Penunjang keterampilan
berbicara, membaca dan menulis
·
Pelancar komunikasi
lisan
·
Penambah informasi atau
pengetahuan
Menyimak
dan berbicara memiliki kaitan yang sangat erat:
·
Suatu ujaran diperoleh
seorang / anak melalui menyimak yang dilanjutkan dengan meniru cara
pengucapannya.
·
Kedua keterampilan ini
membutuhkan kerja sama yang baik
Menyimak
dan membaca memiliki persamaan dalam hal sifat, yaitu sama-sama bersifat aktif
reseptif atau menerima secara aktif. Bedanya, menyimak bersumber pada bahasa
lisan, sedangkan membaca bersumber pada bahsa tulisan.
Menyimak
danmenulis memiliki sifat yang berbeda. Menyimak bersifat aktif reseptif,
sedangkan menulis bersifat prodiktif. Hubungan antara menyimak dengan
keterampilan berbicara tidak seerat hubungan menyimak dengan keterampilan
berbahasa yang lain, hubungan keduanya lebih kepada manfaat menyimak terhadap
kegiatan menulis.
Menyimak
sebagai suatu proses memiliki beberapa tahapan yaitu :
1.
Tahap mendengar
2.
Tahap memahami
3.
Tahap menginterpretasi
4.
Tahap mengevaluasi
5.
Tahap menanggapi
Jenis-
jenis menyimak didasari oleh berbagai sudut pandang. Menyimak berdasarkan
tujuan yaitu
·
Menyimak untuk belajar
·
Menyimak untuk hiburan
·
Menyimak untu menilai
·
Menyimak untuk
mengapresiasi
·
Menyimak untu
memecahkan masalah
Menyimak
berdasarkan intensitas dikelompokkan menjadi dua yaitu :
1. Menyimak
ekstensif
·
Menyimak sekunder
·
Menyimak pasif
·
Menyimak estetis
2. Menyimak
intensif
·
Menyimak kritis
·
Menyimak konsentratif
Komentar
Posting Komentar