Nurlaili Mulyani A1D117003 Pembelajaran membaca
Nama : Nurlaili Mulyani
NIM : A1D117003
Ruang/
Semester : r001 / 3 ( ganjil )
Mata
Kuliah : Keterampilan Berbahasa di
Sekolah Dasar
Dosen
pengampu : Drs. MARYONO
, M.Pd
AGUNG RIMBA KURNIAWAN, S.Pd, M.Pd
PEMBELAJARAN MEMBACA
Membaca
merupakan kesatuan berbagai proses. Hal yang perlu dicamkan dalam kegiatan
membaca itu merupakan proses. Membaca merupakan kemampuan yang kompleks.
Membaca bukan hanya kegiatan memandangi lambang-lambang tertulis semata, tetapi
berupaya agar lambang-lambang yang dilihatnya itu terjadi lambang-lambanng yang
bermakna baginya. SQ3R yaitu metode pengajaran membaca yang digunakan dalam
kelas-kelas tingkat lanjut. SQ3R
singkatan dari survey, question ( bertanya ) , read ( membaca ), recite
( menceritakan kembali ), review ( meninjau kembali ). Membaca cepat menurut
Tarigan ( 1987 ) membaca segala sesuatu
secara cepat dengan teliti dengan maksuduntuk menemukan informasi khusus,
informasi tertentu yang dia inginkan dari bahan bacaan. Membaca cepat yang baik
rata-rata 800-1000 kata yang dibacanya. Scramble merupakan istilah dalam bahasa
inggris yang berarti perebutan, pertarungan, perjuangan. Scramble adalah
permainan anak-anak yang pada dasarnya merupkan latihan pengembangan dan
peningkatan wawasan pemilikan kosa kata mereka, dengan jalan berlomba membentuk
kosakata-kosakata dari huruf-huruf yang tersedia. Scrambel terdiri atas
scramble kata , kalimat, dan wacana.
Media masa / surat kabar merupaka
sumber ide atau informasi bagi pembelajaran membaca. Kinerja non-fiksi bersifat
faktualitas. Sedangkan karya fiksi bersifat realitas.ada beberapa hal yang
harus dinilai dalam kemampuan membaca yaitu :
- · Kemampuan literal
- · Kemampuan inferensia
- · Kemampuan reorganisasi
- · Kemampuan evaluative
- · Kemampuan apresiasi
Komentar
Posting Komentar