Artikel Gangguan Berbahasa "CADEL"
Nama : Nurlaili Mulyani
NIM : A1D117003
CADEL
1. Pengantar
Manusia mempunyai
bakat yang tunggal yaitu berbicara. Sekelompok manusia betapapun primitifnya
mempunyai bahasa sebagai alat komunikasi. Bunyi bahasa atau urutan-urutan bunyi
itu mempunyai pengertian yang tidak terdapat pada makhluk lain, karena untuk menghasilkan
bunyi bahasa harus didukung oleh alat-alat ucap disebut artikulator (Martinet,
1987). net, 1987).
Bahasa sebagai alat
komunikasi akan terhambat apabila tidak didukung oleh artikulasi yang tepat.
Seperti dalam pergaulan sehari-hari sering kali kita menjumpai seseorang yang
mengalami kesulitan dalam menghasilkan bunyi bahasa konsonan getar apiko
alveolar. Bunyi bahasa konsonan getar apiko alveolar yaitu bunyi bahasa yang
menggunakan ujung lidah dan gusi. Ujung lidah berfungsi sebagai artikulator aktif
yang menyebabkan proses mengetar dan gusi sebagai artikulator pasif. Bunyi yang
dihasilkan adalah konsonan getar “r”. Bagi orang yang mengalami kesulitan
menyebut huruf ‘r”, maka kata-kata yang mengandung huruf “r” yang diucapkan
sekilas kedengaran seperti ucapan seorang anak usia balita. Hal ini terjadi
karena fungsi bunyi bahasa konsonan getar apiko alveolar digantikan dengan
bunyi bahasa konsonan lateral apiko alveolar, bunyi itu ialah “l”. Hal inilah
yang dikenal dengan istilah cadel.
Pada umumnya cadel
ini tidaklah dianggap suatu masalah serius karena tidak tergolong jenis
penyakit atau gejala penyakit dan tidak akan menimbulkan komplikasi penyakit
(Sidabutar, 1986). Pada beberapa suku bangsa bukanlah merupakan sesuatu yang
mencolok bagi mereka bahwa hal ini merupakan sesuatu kelainan seperti pada
bangsa Cina, dalam alfabetnya memang tidak terdapat huruf “r” sehingga
menyebabkan gangguan fungsi pada artikulatornya karena tidak terbiasa mengeja
“r”.
Selain karena
pengaruh lingkungan tadi (sosiokultural) cadel juga dapat dijumpai pada
penderita down syndrome, akibat stroke atau pada penderita penyakit yang
berhubungan dengan syaraf (Sidabutar, 1994; Sidarta, 1986). Adapun yang
disebabkan oleh karena adanya pengaruh faktor keturunan belum diketahui secara
pasti.
Cadel dapat
disebabkan oleh gangguan struktur antara lain karena ukuran lidahnya relatif
pendek atau kelainan pada otot yang terdapat di bawah lidah. Adanya kelainan
kedua otot tadi bisa menyebabkan gerakan lidah menjadi kurang baik. Penyebab
cadel bisa juga disebabkan oleh gangguan fungsi. Gangguan fungsi organ
artikulasi dapat terjadi karena kelainan pada otak. Misalnya penderita
celebropalsy (cp), yaitu kelumpuhan syaraf pusat, yang antara lain menyebabkan
kelemahan motorik otot. Resikonya kecepatan kerja lidah akan berkurang.
Penderita down syndrome berakibat kerja lidahnya kurang bagus. Down syndrome,
selain menyebabkan intelegensinya rata-rata minus, tonus otot lidahnya pun
lemah sehingga menyebabkan cadel (Sidabutar, 1994).
2. Pembahasan
1. Pengertian
Cadel
Menurut dr. Meta Hanindita da ri RS Dr
Soetomo Surabaya, dikutip dari pemberitaan Detik
Health (26/11) “cadel
merupakan ketidak mampuan seseorang mengucapkan atau membunyikan huruf
tertentu. Meta menambahkan, bahwa cadel tidaklah berbahaya dan cadel tidak
hanya pada huruf S atau R saja, tapi ada pula huruf T, P, atau L”. Menurut dr.
Lily Sidiarto dari bagian Neurologi FKUI-RSCM, Jakarta, “cadel adalah salah
satu bentuk disartri yaitu sebutan untuk gangguan artikulasi (pengucapan kata)
yang disebabkan oleh gangguan struktur atau gangguan fungsi dari organ
artikulasi”.
cadel adalah kesalahan dalam pengucapan. Kesalahan
dalam pengucapan dapat dilihat dari pengucapan vokal dan konsonan yang tidak
sempurna. Kemampuan mengucapkan vokal dan konsonan secara sempurna sangat
bergantung pada kematangan sistem saraf otak, terutama bagian yang mengatur
koordinasi motorik otot-otot lidah. Untuk mengucapkan konsonan tertentu,
seperti [r], diperlukan manipulasi yang cukup kompleks antara lidah,
langit-langit, dan bibir.
Dapat
ditarik kesimpulan bahwa cadel adalah salah satu gangguan berbahasa yang
disebabkan adanya kelainan secara fisiologis pada organ wicara dan akan
berimplikasi pada kesalahan pelafalan.
2. Penyebab
dan cara mengatasinya
Cadel
dapat disebabkan oleh kelainan fisiologis yaitu adanya perbedaan pada bagian
yang dinamai frenulum lingualis, yang menyebabkan gangguan sulit melafalkan
salah satu bunyi. Ankiloglosia atau tongue tie adalah suatu kondisi patologis
bahwa frenulum lingualis tidak melekat dengan tepat ke lidah. Keadaan
kongenital ini ditandai oleh frenulum lingualis yang pendek dan salah posisi,
serta lidah yang tidak dapat dijulurkan atau ditarik masuk. Ankiloglosia
menyebabkan gangguan ketika berbicara, terutama pada saat pengucapan bunyi [r]
karena pada saat pengucapan bunyi-bunyi tersebut membutuhkan aktivitas lidah
yang tinggi (Langlais dan Miller, 2001:46).
Cadel sendiri dibedakan menjadi 2, yaitu
cadel karena faktor psikologi dan cadel karena faktor neurologis. Cadel yang
disebabkan faktor neurologis berarti disebabkan adanya gangguan dipusat bicara.
Untuk mengatasinya, anak dengan gangguan ini harus segera dibawa ke neurolog.
Pada prinsipnta, gangguan ini masih bisa ditangani. Namun bila kerasukannya
termasuk parah, bukan tidak mungkin akan terbawa sampai dewasa.
Cadel yang kedua adalah cadel yang disebabkan
faktor psikologis. Karena kehadiran adik, contohnya, maka untuk menarik
perhatian orang tua, anak akan menunjukkan kemunduran kemampuan bicara dengan
menirukan gaya bicara adik bayinya. Untuk mengatasinya, orang tua harus
menunjukkan bahwa perhatian padanya tidak akan berkurang karena kehadiran adik.
Selain itu, orang tua harus terus mengajak anak bicara dengan bahasa yang benar,
jangan malah menirukan pelafalan yang tidak tepat. Pada kasus yang parah,
sebaiknya segera bawa anak ke ahlinya agar bisa tergali apa masalah yang
melatarbelakanginya.
Cadel pada anak balita merupakan hal yang
normal dan biasanya akan hilang seiring dengan ia belajar dan berlatih dalam
melafalkan huruf. Namun jika anak Anda terus cadel hingga ia berusia di atas 5
tahun, Anda dapat membawanya ke ahli terapi berbicara. Saat melakukan
terapi bicara, anak Anda akan belajar bagaimana melafalkan huruf dan berbagai
kosakata dengan benar. Tidak hanya itu, terapis juga akan memberikan teknik
pernapasan yang baik dan melatih otot-otot lidah yang mungkin menjadi penyebab
cadel pada anak Anda. Namun apabila penyebab cadel akibat adanya fisiologis –
misal, posisi gigi yang tidak benar – maka bisa saja anak Anda harus diberikan
tindakan medis. Sebaiknya, bicarakan hal ini pada dokter spesialis anak.
DAFTAR PUSTAKA
Aliah, sarifah. 2013. Studi Kasus Pada Anak
Taman Kanak-kanak Yang Mengalami Hambatan Berbicara. Diakses pada september
31,2019. Dari http://repository.upi.edu/5069/
Arsal, Andi Faridah.2012. Analisis Pedigree
Cadel (Studi Kasus Beberapa Kabupaten di Sulawesi Selatan).Diakses pada
Oktober 6,2019. Dari file:///C:/Users/OZONE-
~1/AppData/Local/Temp/740-1869-1-PB.pdf
Diakses pada Oktober 6,2019. Dari
Komentar
Posting Komentar