Perkembangan Bahasa Anak


Nama                           : Nurlaili Mulyani
NIM                            : A1D117003
E-mail                         : nurlailimulyani90@gmail.com

PENGANTAR
Bahasa merupakan suatu ungkapan yang mengandung maksud untuk menyampaikan sesuatu kepada orang lain. Sesuatu yang dimaksudkan oleh pembicara bisa dipahami dan dimengerti oleh pendengar atau lawan bicara melalui bahasa yang diungkapkan. Suwarna (2002: 4) bahasa merupakan alat utama untuk berkomunikasi dalam kehidupan manusia, baik secara individu maupun kolektif sosial. Bahasa memberikan sumbangan yang pesat dalam perkembangan anak menjadi manusia dewasa. Dengan bantuan bahasa anak tumbuh dari organisme biologis menjadi pribadi dalam kelompok. Pribadi itu berpikir, berperasaan, bersikap, berbuat serta memandang dunia dan kehidupan seperti masyarakat disekitarnya. Menurut Eli Tohanan (2009) bahwa bahasa merupakan alat penting bagi setiap orang karena melalui berbahasa seseorang atau anak akan dapat mengembangkan kemampuan bergaul dengan orang lain. Berbahasa anak usia dini merupakan tanda atau simbol-simbol dari benda- benda, serta menunjuk pada maksud-maksud tertentu. Kata-kata, kalimat, dan bahasa selalu menampilkan arti-arti tertentu. Sehubungan dengan arti simbolik tadi, bahasa dipakai juga sebagai alat untuk menghayati pengertian-pengertian dan peristiwa-peristiwa di masa lampau, masa kini dan masa mendatang. Oleh karena itu bahasa sangat besar artinya bagi anak sebagai alat bantu. Namun perkembangan tadi sangat dipengaruhi oleh lingkungan atau oleh stimuli ekstern (pengaruh lingkungan). Pengembangan keterampilan berbicara anak sangat menarik untuk diperhatikan karena dengan memperhatikan bicara anak, kita dapat mengetahui berbagai perkembangan bahasa dan perilaku yang dilakukannya, mulai dari perkembangan ucapan-ucapannya, sampai mereka bisa berbicara dengan kata-kata atau membuat kalimat sendiri.

PEMBAHASAN
Nama   : Thalta Afifa Zahira
Umur   : 6 tahun
Thalita atau biasa dipanggil dengan nama tita adalah anak yang menjadi objek penelitian. saat penelitian berlangsung tita sedang melakukan aktivitas menggambar dan mewarnai. Tita menggambar dan mewarnai dengan adiknya, disinilah terjadi komunikasi antara tita dan adiknya. Hal ini secara tidak langsung tita telah melakukan kontak sosial. Sebagai dampak dari kontak-kontak sosial yang didasarkan pada berbagai kepentingan menurut Poedjosoedarmo (2008) dapat berdampak: (1) masuknya kata serapan; (2) masuknya unsur morfologi baru; (3) masuknya fonem baru; dan (4) masuknya variasi tutur baru. Saat interaksi berlangsung tita beberapa kali mengucapkan kalimat perintah kepada adiknya, seperti “tolong ambilkan penggaris itu”, tetapi dalam pengucapannya tita menggunakan bahasa sehari-harinya atau bahasa ibu yaitu “ambekan penggaris tu dek “. Bahasa ibu ini terkait erat dengan pemerolehan bahasa yang terjadi secara sadar dan alami. Huda (Suhartono, 2005: 70) menyatakan bahwa pemerolehan bahasa adalah proses alami di dalam diri seseorang menguasai bahasa. Pemerolehan bahasa biasanya diperoleh dari kontak verbal dengan penutur asli dilingkungan. Penggunaan bahasa anak akan berkembang sesuai hukum alam, yaitu mengikuti bakat, kodrat, dan ritme perkembangan yang alami. Adapun   tahapan perkembangan bahasa menurut Benner (dalam Brophy, Satham, dan Moss: 2002) yaitu  sebagai berikut :

Tahapan Perkembangan Bahasa
No
Tingkatan
Usia
Kemampuan
         1. 
Pra bicara
Lahir s.d 10 bulan
  1.   Perkembagan suara(persepsi dan hasil).
  2.   Perkembangan isyarat.
  3.  Penambahan persepsi suara; bicara bayi merupakan hasil menangis dan keributan; bermain dengan suara termasuk mengulang bicara dengan orang lain yang dimulai usia 3 bulan ; antara enam (6) sampai sepuluh (10) bulan dapat menggunakan konsonan dan huruf vocal terbatas.

         2. 
Kata-kata pertama pemunculan nama
10 s. d 13 bulan
  1.   Pengertian kata tunggal.
  2.   Menghasilkan kata tunggal.
  3.  Perbedaan individual dalm penggunaan kata tunggal.
  4.    Fungsi isyarat sebagai kata.
  5. Perhatian dapat diarahakan dengan nama obyek (lihat anjing, Ami, anjing); mulai 13 bulan menerima kosakata dari 17 sampai dengan 97 kata

         3. 
Kombinasi kata
18 s.d 24 bulan
  1. Penggunaan satu kata tunggal dengan arti kompleks untuk ungkapan multi kata. Contoh: “susu” (artinya dapat minta susu atau meminta ASI).
  2.  Penggunaan kombinasi kata untuk kalimat, contoh: mama kue (maksudnya mama minta kue).

         4. 
Tata bahasa
20 s.d 30 bulan
1.      Kecepatan memperoleh morfem.
2.  Perkembangan bahasa yang unik pada usia ini, seperti mulai menggunakan kata ganti saya, kita, dia, kamu
3.  Penggunaan kalimat dalam pola dan aturan yang teratur.

Anak yang mejandi objek pengamatan saya telah mampu menyusun kata menjadi kalimat, dapat berkomunikasi dengan baik dan disertai dengan ekspresi-ekspresi yang menggambarkan kalimat yang diucapkannya. Seperti pada saat penelitian anak yang saya teliti ( tita) mengucapkan kalimat-kalimat yang menggambarkan dia senang karena dia berhasil menggambar rumah dan bunga, disini dia pun menyertakan ekspresi senangnya dengan tersenyum. Kemudian anak yang saya teliti juga sudah bisa memberikan komentra kepada orang lain. Hal ini terlihat saat saya melakukan pengamatan ia mengomentari hasil gambar yang dibuat oleh adiknya. Ia mengatakan bahwa gambar ia lebih bagus dari pada hasil gambar adiknya.dalam aktivitas yang ia lakukan terjadi juga pengucapan kalimat yang menyatakan kepuasannya terhadap gambar yang ia buat dengan ekspresi senang.
Adapun Karakteristik kemampuan bahasa anak usia 5-6 tahun
a.       Sudah dapat mengungkapkan lebih dari 2500 kosakata.
b.    Lingkup kosakata yang dapat diungkapkan anak menyangkut: warana, ukuran, bentuk, rasa, bau, keindahan, kecepatan, suhu, perbedaan, perbandingan jarak dan permukaan (kasar-halus)
c.     Anak usia 5-6 tahun dapat melakukan peran pendengar yang baik.
d.    Dapat berpartisipasi dalam suatu percakapan, anak sudah dapat mendengarkan orang lain berbicara dan menanggapi pembicaraan tersebut.
e.  Percakapan yang dilakukan oleh anak usia 5-6 tahun telah menyangkut berbagai komentaranya terhadap apa yang dilakukan oleh dirinya sendiri dan orang lain, serta apa yang dilihatnya. Anak pada usia 5-6 tahun sudah dapat melakukan ekspresi diri, menulis, membaca bahkan berpuisi.
Karakteristik kemampuan berbahasa diatas sesuai dengan umur anak yang menjadi objek pengamatan saya. Karakteristik  ini juga perlu ketahui karena perkembangan anak penting dijadikan sebagai perhatian khusus dari orang dewasa. Sebab proses tumbuh kembang anak akan mempengaruhi kehidupan mereka di masa mendatang.

DAFTAR PUSTAKA
Haryono, Akhmad. Perubahan Dan Perkembangan Bahasa: Tinjauan Historis dan Sosiolinguistik. Diakses pada Oktober, 19 2019. Dari https://media.neliti.com/media/publications/229790-perubahan-dan-perkembangan-bahasa-tinjau-ff11d112.pdf
Palupi, Yulia. Perkembangan Bahasa Pada Anak. Diakses pada Oktober, 19 2019. Dari http://repository.upy.ac.id/421/1/artikel%20yulia.pdf
Rahman, U. (2009). Karakteristik perkembangan anak usia dini. Lentera Pendidikan: Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan12(1), 46-57.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nurlaili Mulyani A1D11703 Refleksi Praktek Menulis

Nurlaili Mulyani A1D117003 hakikat membaca dan membaca sebagai proses

STRATEGI PEMBELAJARAN KETERAMPILAN BERBICARA A1D117003 Nurlaili Mulyani